Jika Prabowo-Sandi Kalah, Demokrat Keluar dari Koalisi

Jakarta – Arah politik Partai Demokrat semakin jelas Pasca-Pemilu 2019 yang digelar 17 April. Terutama soal Pemilihan Presiden. Hal itu tampak dari pernyataan Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

“Kalau Pak Prabowo menang, Partai Demokrat punya kewajiban moril dalam politik mengawal pemerintahan. Tapi kalau Pak Jokowi yang diputuskan menang, maka kerja sama koalisi maka berakhir,” kata Ferdinand di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019).

Sebab menurut Ferdinand apabila tahapan Pilpres 2019 telah berakhir dan sudah mengetahui hasilnua, Demokrat punya hak untuk menentukan sikap.

” Demokrat bisa saja berada di dalam pemerintahan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berada di luar pemerintahan,”tegas Ferdinand.

Sikap tersebut, kata Ferdinand, sangat bergantung dari ajakan Jokowi dan pertimbangan Majelis Tinggi.

“Kalau Pak Jokowi mengajak (bergabung di pemerintahan) kita pertimbangkan, dan dibahas oleh Majelis Tinggi yang dipimpin Pak SBY. Kalau tidak mengajak nggak mungkin juga kita masuk dalam pemerintahan,” ujar Ferdinand.

“Jadi sikap Partai Demokrat ditentukan pasca ada penetapan resmi dari KPU,” lanjut dia. (Poskota)