Kasus Suap RSUD Kardinah, Wali Kota Tegal Segera Diadili

Jakarta – Wali Kota Tegal nonaktif, Siti Mashita Soeparno dan rekannya, Amir Mirza ?Hutagalung bakal segera diadili atas kasus dugaan suap pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal tahun anggaran 2017. Penyidik KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus ini.

?Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha menyatakan, berkas perkara yang menjerat Siti Mashita dan Amir Mirza telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan tersangka Siti Mashita serta Amir Mirza ke tahap penuntutan atau tahap II.

“Pada hari ini berkaitan dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi suap berkaitan jasa pelayanan RSUD Kardinah, dilakukan pelimpahan berkas perkara, barang bukti dan tersangka atas nama SMS (Siti Mashita Soeparno) dan AMH (Amir Mirza Hutagalung),” kata Priharsa.

Dengan pelimpahan ini, Jaksa KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun dakwaan terhadap Siti Mashita dan Amir Mirza. Nantinya surat dakwaan tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang untuk diadili.

“Dalam waktu maksimal 14 hari ke depan akan dilimpahkan ke PN Tipikor Semarang,” katanya.

Untuk kepentingan persidangan ini, penahanan Siti Mashita dan Amir Mirza dipindahkan di dua lokasi berbeda. Siti Mashita ditahan di Lapas Klas II Wanita Bulu Semarang, sementara Amir Mirza ditahan di Lapas Kedung Pane, Semarang.

Usai diperiksa penyidik, Siti Mashita mengaku bakal segera diadili di Pengadilan Tipikor Semarang. Siti Mashita yang akrab disapa Bunda Sitha pun meminta doa kepada masyarakat agar proses persidangannya dapat berjalan lancar.

“Ke Semarang dong, sidangnya. Doakan ya. Makasih ya semuanya,” kata Bunda Sitha.

Bunda Sitha dan Amir Mirza merupakan tersangka suap pengelolaan dana jasa kesehatan di RSUD Kardinah dan pengadaan barang jasa di lingkungan Pemerintahan Kota Tegal tahun anggaran 2017. Keduanya bersama Direktur RSUD Kardinah, Cahyo Supardi ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap oleh tim KPK pada 29 Agustus 2017 lalu.

Bunda Sitha dan Amir diduga sebagai penerima suap, sementara Cahyo diduga sebagai pemberi suap. Total uang suap yang diduga diterima Bunda Sitha sebesar Rp5,1 miliar secara bertahap. Uang suap tersebut diduga dikumpulkan Bunda Sitha untuk maju dalam Pilkada Kota Tegal 2018 bersama Amir Mirza yang juga mantan politikus Parta Nasdem.(Beritasatu)