Kantor Pusat First Travel Disegel, Calon Jamaah Tunggu Kepastian

Jakarta – Kantor First Travel di GKM Green Tower, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, disegel polisi. Penyegelan dilakukan pasca penangkapan pasangan suami istri (pasutri) pemilik perusahaan perjalanan ibadah umrah itu, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Penangkapan mereka karena diduga melakukan tindak pidana penipuan.

Salah seorang petugas keamanan gedung mengatakan, kantor yang berada di lantai 16 disegel sejak Rabu malam (9/8). “Dari semalam, sekarang tidak boleh naik,” ujarnya.

Akibat penyegelan tersebut, calon jamaah umrah telantar menunggu di lobi gedung tersebut. Mereka bersikeras menunggu hingga ada pihak First Travel yang menemuinya.
Berita Terkait

Haironah, salah satu calon jamaah umrah yang telantar akibat ulah First Travel mengaku dirinya bersama rombongan sebanyak 20 orang ingin meminta kejelasan pengembalian uang kepada pihak First Travel.

Adapun ke-20 anggota rombongan Haironah itu merupakan saudara serta muridnya dari dari Gading Raya, Jakarta Timur.

Haironah beserta rombongan telah mengajukan refund kepada First Travel. “Saya sudah mengajukan refund bulan Juli (2017), rombongan saya sudah gak sabar jadi mau refund aja. Terus ke sini mau cari informasi mengenai uang saya,” ujarnya kepada JawaPos.com di GKM Green Tower, Kamis (10/8).

Haironah mengaku mendaftar sejak 2015 lalu dan melunasi pembayaran kepada First Travel pada Februari 2016. Pihaknya dijanjikan jadwal keberangkatan oleh First Travel pada Mei 2016. Namun, hal tersebut tidak terjadi. Justru dia dan rombongan diberikan jadwal berangkat lagi setelah Lebaran Haji 2017.

Haironah mengaku sudah pernah menggunakan jasa First Travel dua kali. Dan baru kali ini merasa dirugikan. “Dulu saya berangkat tahun 2015 enak, gak ada kayak begini, malah sudah dua kali pakai ini (First Travel). Makanya sekarang ngajakin orang-orang. Malah ketumpuan,” cerita dia.

Pada kesempatan yang sama, Rita, yang berasal dari Cibubur, Jakarta Timur, mengaku datang tanpa mengetahui sebelumnya jika kantor First Travel telah disegel. Tujuannya datang untuk bertanya kepastian keberangkatannya bersama sang ibu ke tanah suci.

“Saya belum tau (disegel), saya masih berharap berangkat ya, belum ada kepikiran refund,” ungkapnya.

Rita dijadwalkan berangkat umrah setelah Lebaran Haji 2017, sedangkan dirinya telah melakukan pelunasan sejak tahun 2015. Namun, hingga kini pembatalan keberangkatannya tidak diberikan penjelasan oleh pihak First Travel.

“Saya disuruh nambah (biaya) gak mau, mau sabar aja, saya bayar Rp 14,3 juta berdua sama ibu saya,” kata Rita.

Meskipun tanpa kepastian, baik Haironah maupun Rita, ingin tetap menunggu hingga ada pihak yang datang. Mereka berharap untuk dimediasi bersama pihak-pihak terkait serta Kementerian Agama (Kemenag).(Jawapos)