Polisi Malah Sebut Novel Baswedan Memperlambat Penyidik Polri

Jakarta  РLebih 100 hari sudah kasus penyiraman air keras menimpa Novel Baswedan. Tapi, hingga hari ini (30/7), penyidik Polda Metro Jaya belum bisa mengungkap siapa pelaku dan apa motifnya.

Belakangan Novel yang merupakan penyidik senior di Komisi Pemerantasan Korupsi itu malah banyak berbicara ke media. Mulai dari pesimis dan menuding ada keterlibatan jenderal di kasus itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan bahwa ulah dari Novel ini malah memperlambat penyidikan Polri. “Seperti itu ya menghambat,” kata dia di Polda Metro Jaya, Minggu (30/7).

Novel yang merupakan lulusan Akpol 2003 ini pernah juga mengaku mendapatkan surat berisi informasi dari seseorang di kepolisian. Menurut Novel, dalam kertas itu tercantum nama dua penyidik lain di KPK yang menjadi target sasaran teror.

Kertas tersebut mencantumkan jelas alamat rumah, alamat rumah lama, jenis mobil dan nomor kendaraan, serta rute pergi dan pulang bekerja yang biasa dilewati.

Kemudian, Novel juga beberapa kali mengungkap ada keterlibatan Jenderal kepolisian dalam kasus penyerangan terhadap dirinya. Argo menilai informasi yang diberikan Novel di media massa hanya sebatas isu yang justru menjadi penghambat. “Hanya sebatas isu. Kalau isu perlu kita lidik,” tambah dia.

Dia berharap Novel berhenti memberikan isu di media dan berani diperiksa oleh penyidik. Apalagi terkait dengan adanya penyebutan jenderal di kepolisian yang terlibat dalam kasus penyerangan.

“Kalau fakta hukum, ya berikan (keterangan). Suratnya ada saksinya siapa. Nanti saat kami periksa di BAP gitu. Karena kalau tidak seperti itu bisa merendahkan kepolisian,” tegas dia.(Jawapos)