Kasus Suap Bupati, KPK Periksa Kepala Bank Jateng Cabang Klaten

Jakarta  – Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi dari Bank Jateng cabang Klaten terkait kasus dugaan jual-beli promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten, Selasa, 18 April 2017.

Kedua orang itu ialah Kepala Cabang Bank Jateng Cabang Klaten Rudatin Pamungkas dan mantan Kepala Cabang Bank Jateng Cabang Klaten Joko Hartanto. “Diperiksa sebagai saksi SHT (Sri Hartini, Bupati Klaten nonaktif),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Selain dua pejabat Bank Jateng, pada hari yang sama penyidik KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sri Hartini sebagai tersangka. Menurut kuasa hukum Sri, Deddy Suwandi, kliennya tak lama lagi segera diadili.

Pekan lalu KPK telah memeriksa Sri Hartini sebagai tersangka. Menurut kuasa hukum Sri, pemeriksaan pekan lalu itu hanya klarifikasi ulang untuk pemberkasan sebelum pelimpahan. “Pelimpahannya sebelum habis masa penahanan, kira-kira minggu depan,” ujarnya, Rabu, 12 April 2017.

Sri Hartini diduga memperdagangkan promosi jabatan di lingkungan pemerintah Kabupaten Klaten. Saat operasi tangkap tangan dan penggeledahan, penyidik KPK menemukan duit Rp 5 miliar serta daftar nama PNS Klaten.

Lembaga antirasuah menduga sumber tak hanya berasal dari satu orang. Belakangan, KPK mengendus duit Rp 5 miliar yang ditemukan tak hanya berkaitan dengan lelang jabatan.

Dalam perkara ini KPK baru menetapkan Sri Hartini dan Suramlan, Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama di Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Klaten sebagai tersangka. Suramlan sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang.(Tempo)